Situasi kota Solo pasca pilkada Jakarta, 2012

Pasca kemenangan "quick count" Jokowi di pemilihan gubernur Jakarta, kota Solo dari luar terlihat biasa-biasa saja, tidak terlihat adanya arak-arakan atau konsentrasi massa di titik tertentu.

Situasi yang berbeda justru terjadi pada siang hari, saat dimulainya "quick-count", jalan-jalan terlihat sepi senyap. Ternyata penduduk kota Solo ini memilih untuk menonton jalannya perhitungan suara singkat tersebut di tempat masing-masing. Hal ini menggambarkan bahwa meskipun antusias, masyarakat di kota tersebut sederhana dan tidak menghambur-hamburkan dana, karena perjuangan belum selesai.

Lebih dari 90% responden yang saya temui, menyatakan mengikuti langsung jalannya pemilihan gubernur ini dari media televisi. Pedagang, pekerja kantor, penjaga toko, pekerja bangunan, sampai tukang becak turut menonton event nasional ini.

Saya sempat bertanya pada salah satu penjaga toko: "kok mau-maunya sih nonton? Memangnya ngaruh kalau pak Jokowi menang?", dan dijawab: "bangga tho pak, jarang-jarang ada calon dari solo, dan memang orangnya bagus kok". Lugas dan sederhana, inilah apresiasi yang saya tangkap terhadap hal ini.

Kecintaan masyarakat terhadap figur Jokowi inilah yang sulit tergantikan, meski dengan rupiah. Wujud dan jejak karyanya dalam memajukan kota Solo, pastinya diharapkan bisa diteruskan di ibukota kita tercinta.

Solo, 11-07-2012
Powered by Telkomsel BlackBerry®

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Free Samples By Mail