Intro: Apa itu Climate Change (Perubahan Iklim)?

Hujan badai dengan petir yang menggelegar. Angin yang menderu kencang. Bencana alam seperti banjir, tsunami, cuaca panas dan tiba-tiba berubah dingin secara ekstrim. Mungkin kita bingung dengan apa yang sedang terjadi akhir-akhir ini. Ada apa sebenarnya?

Perubahan iklim ekstrim terjadi karena kenaikan suhu bumi yang disebabkan berkurangnya gas Ozon, yang berperan sebagai lapisan pelindung (filter) raut muka bumi dari radiasi panas matahari. Karena Ozon berkurang, panas matahari akan langsung menembus bumi tanpa filter. Ozon berkurang karena penggunaan gas freon, misalnya pada kulkas dan AC.

Di sisi lain juga terdapat gas yang disebut gas Carbon (C) atau dikenal dengan nama Green House Gas (GHG). GHG ini membentuk lapisan baru di udara, yang justru akan menahan panas yang ada di atmosfer bumi, dan tidak melepaskannya ke angkasa. GHG terbentuk dari penggunaan fossil fuel, deforestrasi dan pembakaran hutan.

Kombinasi berkurangnya Ozon dan terbentuknya GHG inilah yang berperan menaikkan suhu bumi. Logikanya, bila suhu bumi naik,  maka es di arctic akan mencair. Es yang mencair dalam volume yang besar inilah yang menyebabkan naiknya permukaan air laut, serta mengganggu keseimbangan iklim di bumi, bergesernya musim, dan berbagai bencana. 

Siapa penyebabnya? Tentu saja manusia sebagai organisme pengguna berbagai peralatan yang menggunakan fossil fuel ini. Meskipun berbahaya, peralatan ini terus digunakan untuk beraktifitas karena manusia tidak dapat hidup tanpa alat-alat tersebut.

Beberapa contoh peralatan yang menggunakan fossil fuel adalah kendaraan (pesawat, kereta, bus, truk, mobil dan motor), mesin-mesin industri, pembangkit listrik, kulkas, dan AC.

Kaitan Climate Change dan arsitektur? Pastinya sangat besar. Bangunan adalah penyebab deforestrasi terbesar, karena kayu dari berbagai jenis pohon digunakan sebagai material bangunan dan interior (meja,kursi,dll). Penggunaan AC dan penghangat ruangan (pada bangunan empat musim) juga turut berkontribusi terhadap bertambahnya GHG di atmosfer.

Terima kasih telah membaca introduksi ini. Pada artikel selanjutnya saya akan membagi pengalaman keilmuan yang saya dapatkan terkait Climate Change, dan bagaimana kita bisa berpartisipasi mengurangi dampaknya.

Andie Wicaksono
Professional Fellows Alumni, US State Gov Burreau of Education and Culture

1 komentar:

sisidesa mengatakan...

Daerah yang dulu terkesan dingin dan sejuk, saat ini sudah tidak sedingin dan sejuk seperti dulu. Selain faktor panas matahari yang meningkat, juga faktor asap kendaraan bermotor yang meningkat di daerah tersebut.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Free Samples By Mail