Mitos dalam Fengshui, benarkah?

Kenapa fengshui selalu membawa mitos setan dan dewa-dewa ?


Ini
adalah kesalahan penyebaran ilmu fengshui. Mitos setan dan dewa seringkali digunakan oleh manusia jaman dahulu, diperkirakan untuk mempermudah proses penyebarannya ilmu tersebut (jaman dahulu orang akan langsung patuh dan takut bila ada ilmu yang menggunakan larangan-larangan dengan embel-embel irasional).

Sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi pada ilmu fengshui saja. Di Indonesia pun masih banyak dijumpai hal-hal yang merupakan takhayul dan diluar nalar. Anda masih percaya dengan mitos tertentu bahwa bila ada cecak jatuh menimpa anda, maka anda akan bernasib sial sepanjang hari? Padahal secara nalar, cecak itu jatuh bukan karena anda usik. Cecaknya jatuh sendiri, kenapa lalu anda yang kena sial?

Tapi sepanjang hari itu Saya pastikan anda akan lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan tertentu. Mungkin maksud dari mitos tersebut adalah waspada terhadap kesalahan orang lain, yang dapat berimbas pada diri anda. Lalu kenapa mitos tersebut tidak diluruskan dengan ucapan : “bila kamu kejatuhan cecak, hati-hati dan waspada terhadap kesalahan orang lain yang dapat berimbas padamu”? bukankah perkataan itu lebih logis dan masuk akal?


Penalarannya begini. Pada suatu ketika, saat anda sedang bersama dengan teman anda, kemudian anda melihat si teman kejatuhan cecak, maukah anda repot-repot menjelaskan kepadanya dengan ucapan seperti diatas? “Wahai temanku, bila kejatuhan cecak, hati-hati dan waspada terhadap kesalahan orang lain yang dapat berimbas pada dirimu”. Ribet bukan? Pasti anda akan cenderung menjelaskan kepadanya dengan ucapan singkat, “hati-hati bila kejatuhan cecak kamu akan sial sepanjang hari”. Si teman akan lebih waspada, dan anda tidak repot menjelaskan. Tujuannya sampai, yaitu untuk mengingatkan teman, tapi dengan bahasa yang salah, bahasa irasional. Demikian halnya dengan ke irasionalan yang ada di fengshui.


Menarik untuk membahas mengenai irasionalitas yang ada di fengshui ini. Jadi analoginya begini, misalnya pada jaman dahulu, ada seorang geomanser berkata, “jangan mendirikan rumah di depan jalan tusuk sate, karena akan sial”. Di halaman belakang akan dijelaskan nalarnya mengapa mendirikan rumah didepan jalan tusuk sate ini dianggap sial, tapi sekarang yang kita bahas adalah mitosnya. Masih pada situasi tersebut, anda pasti akan menuruti perkataan si geomanser tersebut, tanpa bertanya-tanya lagi. Jaman dulu, anda akan beranggapan bahwa kal itu sudah pasti benar, karena yang berkata geomanser, orang pintar yang punya ilmu, yaitu ilmu fengshui. Apakah pada jaman tersebut anda akan bertanya lagi pada geomanser, “memangnya ada apa dengan rumah didepan jalan tusuk sate?” Saya rasa anda tidak akan mendebat perkataannya, kecuali anda punya tingkatan ilmu yang sama dan sepadan dengan geomanser tersebut.


Mari kita lihat dari sisi geomanser. Dari sisi maksud, tujuan dia tercapai, yaitu mengingatkan seseorang atas tindakan tertentu. Tapi dari sisi cara penyampaian, dia salah, karena tidak menjelaskan ada apa dibalik hal tersebut. Sebenarnya mungkin maksud si geomanser sama seperti saat anda menjelaskan tentang cecak tadi pada teman anda, dia tahu penjelasan yang sebenarnya, tapi daripada ribet, mending dijelaskan dengan singkat, tujuannya kena, tapi dengan bahasa yang salah.


Sekarang kita kembali ke jaman sekarang. Coba saja anda bilang kepada teman anda, “kamu jangan bikin rumah didepan jalan tusuk sate karena akan sial”. Pasti dia akan tanya, memangnya kenapa? Atau, ada apa sih dengan rumah tusuk sate? Hal yang juga mungkin akan dia lakukan adalah langsung konek dengan internet dari laptop atau blackberrynya dan mengetikkan kata “rumah tusuk sate” di Google (dan dia akan menemukan penjelasan mengenai hal tersebut dari situs saya).


Jadi jelas, bahwa fengshui yang menggunakan mitos adalah ajaran fengshui yang salah, karena sudah tidak relevan lagi untuk digunakan di jaman modern ini. Sekarang orang butuh penjelasan, butuh kepastian, bukan terhadap sesuatu yang abstrak tapi sesuatu yang nyata. Coba saja di jaman sekarang bila anda bertemu dengan seseorang yang ‘mengaku’ geomanser, tanya pada dia, Suhu, kenapa sih rumah tusuk sate itu sial? Atau dengan pertanyaan sederhana saja, “kata siapa?”. Bila dia memang geomanser sejati dan paham benar dengan ilmu fengshui, dia akan menjelaskan pada anda sampai anda puas. Tapi bila dia geomanser abal-abal, saya yakin dia akan bilang “itu berasal dari kitab X yang saya baca....”, atau, “saya diajarkan begitu oleh guru fengshui saya, Suhu A....”, dan akan terkuaklah profesi dia yang sebenarnya, tukang tipu.

(all articles and images arecopyright 2010 © andiewicaksono.com, no reproductions without permission)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

have a successful 2010...

oracle

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Free Samples By Mail