Trip to Bandung, mengenang arsitektur masjid Salman, ITB


Halo Bandung! Aaah, akhirnya bisa kesini lagi..... :) Secara kebetulan berkesempatan mengunjungi kota kembang ini, di minggu pagi yang cerah berjalan-jalan disekitar kompleks masjid Salman, ITB sambil menunggu kehadiran seorang rekan. Teringat kembali tahun 1998 pada saat lulus SMA, Saya sering lari pagi disekitar ruas jalan kompleks Masjid Salman ini. Segar dan asri, itulah kesan yang tercipta saat itu. Masjid yang desain arsitekturnya ber atap datar ini yang -dahulu- terkenal akan keindahan arsitektur bangunannya masih berdiri kokoh, menjadi simbol arsitektur kontemporer yang khas dari kota Bandung ini. Ada satu hal menarik yang saya cermati, kawasan masjid yang diberi nama oleh Ir Soekarno -Dr. Eng. Ir. Bambang Setia Budi, masjid Salman ITB, tonggak arsitektur masjid- ini lebih padat dari saat Saya terakhir kesana tahun 1998. Activity supportnya sangat terasa. Ada angkot-angkot yang sedang menunggu penumpang, ada penjual makanan, ada guru-guru dan murid-muridnya sedang berekreasi disekitar taman, dan beberapa mahasiswa yang sedang berdiskusi, sangat ramai... Tempat ini benar-benar hidup!
Sayangnya, area publik disekitar kompleks masjid Salman ITB ini sekarang tidak terawat. Pedestrian di sekeliling kompleks masjid ini kini terlihat kumuh dan kotor, sumpek, panas, dan penuh dengan pedagang-pedagang lapak disekitarnya. Baliho-baliho besar dari kain bergambar poster bertema "ayo pilih saya!" pak Hatta Rajasa dan bu Betti Alisyahbana menambah keramaian dan hiruk pikuk keruwetan ditempat ini. Lihat saja foto disamping, sampah-sampah kertas, plastik, sisa-sisa makanan, dibiarkan berserakan disekitar plaza utama, tanpa ada petugas yang membersihkan. Sssh..., batang rokok yang sudah pendek aku hisap, siap-siap untuk mematikan puntungnya. Oh, tidak...., sayang sekali, tong sampah pun tidak dapat ditemukan disini >:(
Problematik arsitektur kota Indonesia -seperti yang sudah sering Saya temukan di kota-kota lain- ternyata juga terjadi di tempat ini. Sudah selayaknya hal ini dapat ditangani lebih serius, sehingga upaya untuk menciptakan sebuah ruang publik yang humanis, akan dapat dicapai. Mungkin juga menjadi sebuah pe-er bersama bagi pengelola terkait, dan juga ketua ikatan alumni yang akan terpilih nantinya.

2 komentar:

theeaz mengatakan...

mas andie, kok anda bisa komen ke blog saya yg itu ya ? sptnya address yg saya kasih kmrn bkn itu :D. yg lbh lengkap ttg yg sehat dan alami disini :
http://theeazayoe.blogspot.com
tolong donk blognya dikasih shoutbox, jd lbh gampang buat yg mo cuap2

Andie Wicaksono mengatakan...

udah ada ko shoutnya, hehehe, iya loadingnya suka lelet nih. Aku udah buka keduanya, mirip2 jadi bingung ya udah isi salah satu aja :D

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Free Samples By Mail