Tentang Andie

Andie A Wicaksono, Lahir tanggal 15 Maret 1981, seorang arsitek dan penulis buku arsitektur, interior dan fengshui. Memperoleh gelar master di bidang arsitektur di Universitas Diponegoro, 2004 dengan spesialisasi pada Urban Design. Lulus dari Jurusan Arsitektur FT Universitas Diponegoro, 2003. Menyelesaikan studi di SMA Taruna Nusantara tahun 1998

Setelah mengikuti program Professional Fellows dari US State Gov, selain menjalankan rutinitasnya sebagai pengajar arsitektur, Andie kini mendedikasikan diri sebagai seorang pecinta lingkungan

Shanghai 2011-Antara Modernisasi dan Kearifan Lokalnya

Pada bulan Maret tahun 2011, saya berkunjung ke kota Shanghai, mendampingi istri yang saat itu berjuang untuk ujian gelar masternya. Perjalanan melelahkan kami tempuh selama 9 jam dengan pesawat GA tipe terbaru (saat itu), Boeing 777-300ER. Karena kondisi cuaca di kota tujuan sedang berkabut tebal, perjalanan kami dialihkan ke FuZhou, 800km sebelum Shanghai. 
"kacang, permen, aquanya bapak, ibu, ada yang masih mau? - :p"










Selama berada di FuZhou, semua penumpang harus tetap berada di dalam pesawat, sejak saat landing jam 08:00am sampai pesawat diberangkatkan kembali pada pukul 1:30pm, hanya dengan perbekalan sisa sisa snack dari jakarta seperti kacang dan air kemasan. Sungguh perjalanan yang melelahkan! Selama 15 jam menunggu di dalam kabin yang bertambah panas, Kru penerbangan yang biasanya cantik-cantik dan ganteng-ganteng juga udah gak karuan lagi bentuknya :D.


Keretanya penuh-sesak, persis sama seperti Jakarta
Kami mendarat di Shanghai sekitar pukul 2:30pm. Dari bandara Pudong, kami melanjutkan perjalanan dengan kereta cepat Maglev dari bandara ke tengah kota, disambung dengan kereta subway (metro) menuju hotel Blue Mountain, di jantung kota Shanghai yaitu East Nanjing Road. Meskipun di dalam kereta saat itu penuh sesak, berjubel, sama persis dengan Jakarta, karena lega akhirnya bisa sampai Shanghai, kami tidak terlalu merasakan keramaian tersebut. Banyak cerita menarik yang kami temukan selama berada di kota ini. 

Shanghai merupakan kota megapolitan di daratan Cina yang menyamai megapolitan lainnya seperti New York dan Tokyo. Pada era tahun 1900an, sebagai kota pusat perekonomian Cina. Setelah berakhirnya era tirai bambu, Shanghai kembali menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah kota megapolitan, dengan pergeseran pusat pertumbuhan yang tadinya berada di area Bund, kini perkantoran dan pusat bisnis dengan gedung-gedung pencakar langit menempati lahan-lahan di kawasan Pudong yaitu di distrik Lujiazui yang terletak di seberang distrik Bund, dipisahkan oleh sungai Huangpu. 

Kota Shanghai sebagai megapolitan internasional merupakan kota yang ramah untuk orang asing/wisatawan. Tulisan latin berbahasa inggris ada dimana-mana sehingga keberadaan sebuah tempat menjadi lebih mudah dijumpai bagi orang asing. Dengan dibangunnya prasarana subway secara serentak (seluruh penanda signage- di subway juga berbahasa inggris) membuat kota Shanghai lebih mudah diakses.
Penduduk Cina dikenal dengan etos kerjanya yang kuat, gigih, cermat dalam mengelola keuangan. Perdagangan dan jasa menjadi titik tumpu kuatnya perekonomian Cina. Hal yang sama terjadi di kota Shanghai, yang  berkembang menjadi kota megapolitan dengan banyak gedung pencakar langit. Berkembangnya kota menjadi megapolitan ini membuat harga-harga properti melambung sangat tinggi. Harga tanah di kota menjadi sangat mahal, ditambah dengan okupansi yang sangat padat, satu orang menempati 4m2 luas lahan (national geographic), membuat penduduk kota tersebut rela menempati area-area pinggiran yang kumuh.
Hal ini didorong oleh gaya hidup penduduk Cina yang tidak konsumtif, irit dan tertib dalam mengatur manajemen keuangannya. Banyak landlord/pemilik lahan di tengah kota yang ternyata memilih tinggal di daerah pinggiran dan membiarkan tanah atau lahan-lahan milik mereka disewa pihak lain untuk mendapatkan income. Kota Shanghai berkembang dari kota industri menjadi megapolitan. Kondisi udara di kota yang mempunyai banyak pabrik-pabrik dan industri ini termasuk memprihatinkan, berkabut dan kering, dengan awan hitam di atas kota hasil dari polusi industri.
Setelah mengalami transformasi dari kota industri menjadi megapolitan, kawasan Shanghai barat yang meliputi distrik Pudong dan sekitarnya dibangun dengan konsep tata ruang kota yang modern tetapi tetap berpegang pada prinsip kelokalan, khususnya fengshui, yang Hal dapat dilihat dari bentuk kumpulan massa bangunan-bangunan pencakar langit yang membentuk transformasi sebuah gunung. Prinsip fengshui telah diterapkan dengan baik di kota ini. Modernisasi dan perkembangan jaman tidak menjadikan masyarakatnya lupa akan prinsip-prinsip dasar ilmu fengshui yang sudah berkembang secara turun temurun.

Fengshui Tahun 2013 Ular Air

Tahun 2013 menurut ilmu Fengshui adalah tahun untuk Ular Air. Ular digambarkan sebagai sosok pekerja keras yang licin, penuh tipu muslihat, dan berbahaya. Hal yang saya tuliskan dibawah bersifat global berdasarkan bioritme masing-masing shio.  Bagaimana kondisi tahun 2013 ini dilihat dari ilmu fengshui? mari kita baca ulasannya.

Politik
Sektor politik di Indonesia akan bergejolak, banyak peristiwa besar yang akan terjadi, hal ini karena ular bersifat licik, mengadu domba, dan haus kekuasaan. Apalagi tahun 2013 ini adalah tahun persiapan untuk beberapa kandidat calon presiden periode selanjutnya. Hati-hati untuk politikus kotor, jajaran penegak hukum pada tahun 2013 ini tidak segan-segan untuk mengambil tindakan. 

Sosial Budaya dan Hankam
Kondisi bangsa Indonesia yang multikultur merupakan titik lemah, waspada terhadap negara lain yang tidak senang dengan kemajuan Indonesia, mereka akan berupaya untuk menghancurkan keutuhan bangsa, terutama dengan isu-isu tertentu (kerukunan beragama, kesukuan, dll). Apabila Indonesia bersatu, titik keemasan bangsa sebentar lagi akan tercapai.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Akan muncul seorang cendekiawan di bidang informasi yang akan membuat sebuah karya dan menjadikan Indonesia terkenal di dunia internasional. Persaingan global yang menuju ke arah digitalisasi ini akan menjadi peluang apabila kita dapat memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan kategori "new age" akan berkembang lebih pesat apabila pengajarnya bersikap jujur dan terbuka dalam mengajarkan.

Ekonomi
Indonesia secara keseluruhan menikmati kejayaannya sebagai bangsa maritim karena sebagian besar wilayahnya merupakan laut yang luas (air). Simbol kejayaan air ini akan ditandai dengan bermunculannya sektor-sektor industri pendukung terkait. Apabila bangsa ini bersatu, perekonomian kerakyatan terbukti mampu menyelamatkan bangsa menuju kejayaan dan cita-cita bersama.

Pekerjaan cemerlang 2013 :
Pekerjaan di bidang pengairan, informasi dan telekomunikasi, jasa laundry, mebel, furnitur dan peralatan rumahtangga yang berasal dari kayu dan logam, industri kreatif dan desain, industri pariwisata, dan industri terkait perubahan iklim global.

Pekerjaan yang tahun 2013 mengalami penurunan :
Industri politik, industri percetakan, marketing (orang mulai muak dengan rayuan mulut manis tanpa hasil), industri kuliner, perbankan, properti khususnya jual beli tanah, dan industri mineral (bahan tambang dan minyak bumi).

Artikel lain tentang fengshui :

Bahan bacaan :
125 Tips Praktis Fengshui (Griya Kreasi, Jakarta)
Menata Interior sesuai Fengshui (Griya Kreasi, Jakarta)
Menata Rumah dengan Fengshui (Griya Kreasi, Jakarta)

Klik Fengshui.Andiewicaksono.com untuk berkonsultasi Fengshui dengan Saya (for certain consultation, rate tariff may apply).

Membuat Pengolahan Air Resapan Sederhana


Saat ini air resapan di dalam tanah semakin berkurang, dan lama kelamaan akan habis. Itulah sebabnya mengapa banyak sumur saat ini mengalami kekeringan. Kita tidak mungkin hanya menunggu musim hujan tiba untuk mengumpulkan air.


Salah satu alternatif yang saya coba share adalah membuat pengolah limbah untuk rumah tangga (waste water treatment). Caranya sangat sederhana. Di rumah kita pasti ada yang namanya pralon buangan air bukan? Baik itu untuk cuci piring, cuci baju, air bilasan mandi, atau pralon air hujan. Nah, masukkan saja lagi air buangan tersebut ke dalam tanah. 

Jijik? Jangan salah, hotel-hotel di luar negeri juga banyak yang mendaur ulang airnya. Asalkan air tersebut tidak untuk minum, treatment ini dapat dilakukan. Caranya yaitu sebagai berikut:

Bahan dan alat:
Pralon 1/2inci,secukupnya, sabut atau ijuk, koral (batu untuk cor), saringan pasir (beli 1m saja), paku beton secukupnya, dan kompos / sampah organik (bisa dari daun-daun kering)
Palu, gunting kawat, pacul, cetok, dan pisau cutter.

  • Potong pralon buangan air (pralon 3 inci) dengan cutter pada salah satu titik (cari titik tempat air paling banyak mengumpul). 
  • Gali tanah di sekitar pralon tsb. Galian berbentuk persegi dengan kedalaman +- 1meter, ukuran lebar dan panjang sesuai kebutuhan.
  • Potong pralon 1/2inc menjadi potongan kecil-kecil sepanjang 15cm. Masukkan potongan-potongan pralon tsb ke dalam tanah dengan bantuan palu.
  • Taburkan kompos atau sampah organik pada lapisan paling bawah, kompos dapat dibuat dari sampah organik atau daun-daun kering, ratakan.
  • letakkan koral atau bebatuan di atas kompos, ratakan. koral berfungsi sebagai penyaring untuk menjernihkan air.
  • pada lapisan paling atas, masukkan sabut kelapa. sabut akan berfungsi sebagai filter yang akan menyaring sabun dan bahan-bahan hasil dari produk kimia
  • masukkan saringan pasir. gunakan gunting baja untuk memotong sisi-sisi saringan ini. masukkan saringan kedalam tanah, dan paku dengan paku beton. Saringan pasir ini berfungsi menahan sabut kelapa agar tidak mengapung. (lihat video untuk proses lebih detail)


pengolahan limbah ini dapat diterapkan untuk skala rumah tangga, terutama pada  buangan atau bak kontrol air hujan dan air dari kamar mandi, supaya bisa langsung meresap ke dalam tanah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Free Samples By Mail